Mengupayakan keberhasilan adalah juga OTOMATIS upaya menghindari kegagalan

Minggu, 01 Februari 2015

Kulihat Ia Tak Lagi Muda..


Kulihat zaman semakin senja..
Semburat-semburat jingganya tenang berpendar-pendar..
Menentramkan..
Kuhirup angin kala langit semakin gelap..
Menyapu tubuh yang seharian ditumpuk pekerjaan..
Dingin.. Menyenangkan..
Dalam teknologi tanpa kabel, gelombang suaramu dihantarkan ke telingaku..
Lemah.. Lelah.. Entah..
Terindu garis wajahmu dipelupukku..
Kuperhatikan ceritamu.. Berulang dari beberapa hari lalu..
"Ibuku menua.. Mengulang ceritanya.." kata dalam hatiku..
Akan kudengar.. Terus kudengar.. Meski tak sesabar ketika dulu engkau dengarkan kata dan tanya yang kuulang beribu-ribu kalinya..
Akan kusimak.. Terus kusimak..
Meski tak semulia ekspresimu menanggapiku tatkala kueja cerita pertama saat aku hanya balita..

Ia mengulang ceritanya…
Lalu aku tergugu menahan sedu. 
Tersedak menahan cekat..
Bahwa ia tak lagi muda…
Ibuku tak lagi muda…..

*tears*
*tears*
*tears*

Wanita terindah..


Ia adalah wanita yang tak hanya cantik, tapi juga indah. Keindahan hatinya tak kan pernah ternilai dengan berlian maupun permata. 
Ia ada ketika engkau dalam keadaan senang maupun sedih. Ia adalah orang pertama yang menitikkan air mata ketika melihatmu tengah berduka, dan ia adalah orang pertama yang akan berdoa penuh kesyukuran ketika bahagia tengah engkau rasa.
Tapi terkadang, ia akan menjadi orang terakhir. Ia akan menjadi orang yang paling akhir bisa terlelap dalam tidurnya ketika engkau tengah sakit, memastikan bahwa engkau bisa tidur tenang dan berharap agar rasa sakit yang kau rasa bisa berpindah padanya.
Ia adalah wanita paling setia, Ia setiap pagi membuatkan teh hangat dan sarapan paling nikmat untukmu. Lalu Ia dengan setia menungguimu di depan pintu rumah ketika senja datang dan engkau belum juga pulang. 
Ia adalah wanita yang hatinya bening bagai telaga, berkali kau membuatnya bersedih atau menangis, tapi Ia bahkan punya lebih banyak cinta dan kasih sayang untuk memaafkanmu.
Ia yang tangannya bahkan lebih lembut dari sutra, tangan yang selalu ada untuk membelai dan memelukmu erat, tangan yang tak pernah hilang kelembutannya walau berbagai pekerjaan berat telah dilakukannya, untuk memastikan bahwa engkau memiliki segala hal terbaik yang layak untuk kau miliki.
Ia ada untuk menjadi malaikat kita di dunia, menjadi pelita ketika kita mulai kehilangan arah, menjadi jalan kita menuju Surga dengan bakti kita yang sungguh sedikit jumlahnya bila dibandingkan dengan ribuan pengorbanannya.
Ia adalah Ibumu…yang senyumnya selalu bisa menyejukkan hatimu…
Sayangilah Ibumu, berbaktilah pada Ibumu, di saat engkau masih bisa membersamainya di dunia, dan doakanlah Ia agar kelak bisa kau temui lagi di taman Surga :)
Ini, adalah surat cintaku untukmu, Ibu. Dan taukah aku menangis ketika menuliskannya, karena aku rindu, rindu akan waktu yang kuhabiskan  bersamamu dan selalu bisa seperti itu selamanya :)

Sang ibunda Tercinta





Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun.
Ibumu bersusah payah ketika melahirkanmu saat nyawanya hampir terancam.
Ibumu telah menyusuimu dan dia hilangkan rasa mengantuknya karena menjagamu.
Ibumu  lebih utamakan dirimu dari pada dirinya serta makanannya.
Ibumu jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.
Ibumu telah memberikanmu semua kebaikan & apabila kamu sakit atau mengeluh kelihatan kerisauan yang luar biasa.
Seandainya dipilih antara hidupmu & kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.
Betapa banyak kebaikan ibumu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.
Ibumu selalu mendoakanmu dgn Taufik, baik secara sembunyi mahupun terang-terangan.
Takkala ibumu memerlukanmu di saat dia sudah tua, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu.
Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar.
Engkau puas minum dalam keadaan dia kehausan.
Engkau mendahulukan berbuat baik kepada isteri & anakmu dari pada ibumu.
Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia buat.
Berat rasanya bagimu menjaganya padahal itu adalah hal yang mudah.
Engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek.
Engkau tinggalkan dia dan kamu kira dia ada yang menjaganya selalu ternyata tidak ada hanya kamu satu satunya yang bisa menjaganya.
Padahal Allah telah melarangmu berkata ‘Ah’ & Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut.
Engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu.
Allah akan membalas di akhirat, dengan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘aalamin.
Semoga Allah memelihara kita dalam mencari KeredhaanNya.

Wallahhu Ta’ala a’lam.